Uncle Bob Pisang Goreng Kalimantan, Diusir Jadi Motivasi

0
974

Anambaspos.comInspirasi, Uncle Bob sebutan dari sebuah usaha Goreng Pisang yang dilakoni sejak tahun 2014, Bermula dari jatuh bangun dalam membangun usaha tidak membuat Uncle Bob patah arang untuk terus bisa mendirikan usahanya, Berhenti menjadi koki di sebuah restoran jepang pada tahun 2014 Uncle bob mulai membuka usaha Nasi Campur yang di mulai dari botania, namun usaha ini tidak berjalan mulus dan harus gagal di tengah perjalanan.

Kegagalan Usaha Nasi campurnya tidak lantas menjadikan Uncle Bob menyerah untuk memulai usaha kembali, dia pun mencoba untuk membuka usaha baru masakan jepang namun harus gagal kembali, kemudian Uncle Bob mencoba lagi untuk membuka usaha warung makan seafood. Usaha ini pun tidak dapat bertahan lama dan harus menyerah kalah dan gagal di tengah perjalanan.

Beberapa kali gagal dalam usaha, membuat Uncle Bob terus berusaha mencari ide-ide kreatif usaha apa selanjutnya akan dijalankannya lagi. Dia tidak pernah menyerah untuk terus memulai usaha walau dalam kondisi yang terseok-seok dengan modal sudah semangkin menipis. Suatu hari Uncle Bob bertemu dengan seseorang yang berasal dari kalimantan, yang merupakan orang keturunan tionghoa, orang ini menyarankan untuk membuka usaha goreng pisang khas kalimantan. Uncle Bob mengapresiasi baik ide orang tersebut, kemudian diapun mencoba membuka usaha goreng pisang dengan modal yang didapatnya dari mengadaikan sepeda motor dengan harga Rp. 4.000.000, Uang ini digunakan untuk membeli barang-barang keperluan usaha goreng pisang tersebut. Setelah membeli barang-barang keperluan usaha goreng pisang ini Uncle Bob hanya memiliki sisa uang sebesar 200 ribu, nilai yang tidak besar untuk membeli bahan baku goreng pisang.

Jatuh bangun dalam membangun usaha menjadi hal biasa bagi Uncle Bob, dengan dana yang hanya tersisa 200ribu iya tetap merasa yakin bisa membuka usaha goreng pisang ini, dengan keyakinan yang besar maka usah ini dimualinya dari berjualan pisang goreng di kaki lima tepatnya di depan sebuah hotel di batam. Hari-hari dilaluinya dengan usaha goreng pisang ini, bukan hal mudah baginya untuk mendapat hasil yang cukup dari usaha ini, banyak hal yang terjadi pada usaha yang dimulainya dengan keyakinan, seiring dengan waktu, usaha ini mulai mendapat pelanggan yang cukup banyak.

Hal ini menjadikan Uncle Bob untuk terus berusaha membesarkan usaha goreng pisang nya, bahkan dia bermimpi ingin menjadikan goreng pisangnya bisa menjadi produk dalam negeri yang Go Internasional. Ditambah lagi kondisi geografis kota batam sangat memungkinkan produk buatan lokal untuk bisa dilirik oleh turis manca negera seperti singapura dan malaysia.

“Saya pernah berfikir, kenapa indonesia lebih tren dengan masakan eropa dan masakan luar, sementara masakan indonesia kan lebih unik dan lebih memiliki cita rasa mas. Karena itu lah saya ingin memiliki usaha goreng pisang yang bisa Go Internasional seperti KFC. Makanya saya buat goreng pisang khas kalimantan namun saya kemas dengan wajah baru mas, lebih modern gitulah mas” Ungkapnya kepada Anambaspos saat ditemui di tempat usahanya di harbourbay ferry terminal

 

Dengan mimpi tersebutlah merupakan salah satu faktor yang membuat Uncle Bob untuk menciptakan produk yang bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Usaha ini hampir tidak berjalan mulus karena Uncle Bob sempat menerima perlakuan tidak menyenangkan dari tempat Uncle Bob memulai usaha Goreng Pisangnya di depan Sebuah Hotel di Batam, diusir pemilik tempat menjadi hikmah tersendiri bagi Uncle Bob, karena dengan kejadian itu Uncle Bob bisa berkenalan dengan Pak Chandra salah satu pemilik usaha  di Harbour Bay Ferry Terminal. Uncle Bob sempat menceritakan bahwa dia tidak lama lagi berjualan di tempat itu, Pak Chandra pun menawarkan tempatnya yang berada di Harbour Bay untuk tempat Uncle Bob berjualan Goreng Pisang.

“Kalau di Harbour Bay, modalnya bisa bahasa mandarin sama bahasa inggris bisa dapat banyak pelanggan dari Singapore dan Malaysia, ini kesempatan kamu memperkenalkan produk mu ke international.” ungkap pak chandra kepada uncle bob.

Jalan pahit memang di lalui oleh Uncle Bob dalam membangun usaha Pisang Goreng, namun Uncle Bob tidak pernah menyerah karena di balik semua itu ada hikmah yang didapatnya, hingga Uncle Bob bisa memulai usahanya kembali dengan tempat yang lebih strategis. Saat ini Uncle Bob sudah dapat memperkenalkan produk Pisang Gorengnya ke manca negara melaui turis-turis yang datang melalui Harbour Bay Ferry terminal, bahkan dia sudah memiliki pelanggan nasional seperti dari Pekan Baru, Tanjung Balai Karimun, dan beberapa kota lainnya, Tidak hanya pelanggan dalam negeri saja saat ini juga Uncle Bob sudah memiliki pelanggan Luar Negeri seperti dari Singapore, Malaysia, dan Brunai Darussallam. Inilah hikmah diusir dari lapak jualan pertamanya.

Uncle Bob sudah memiliki empat outlet yang tersebar dibeberapa tempat di kota batam seperti :

  • Botania di depan Bank Panin
  • Nescafe Harbour Bay International Ferry Terminal
  • Sagulung
  • Batu Besar depan Rumah Makan Padang “Bahagia”

Kegigihan dan kerja keras adalah salah satu kunci penting dalam membangun usaha, apapun usahanya harus dibarengi dengan mimpi dan keinginan yang kuat.

Dengan usaha yang sudah dijalankan lebih kurang 3 tahun ini Uncle Bob pun mencoba melakukan gebrakan baru untuk sebuah usaha goreng pisang, dia mulai berfikir bagaimana caranya goreng pisang bisa di nikmati oleh orang seluruh dunia, maka muncul lah ide untuk membuat pisang goreng frozen, Pisang goreng yang digoreng dengan tingkat kematangan 50% dan di kemas dalam wadah khusus yang nanti nya dapat digoreng kembali dan bisa dinikmati layaknya pisang goreng biasa, Ide ini muncul dengan melihat produk kemasan frozen seperti sosis, ayam krispy dan sebagainya. Untuk kualitas rasa, tidak akan berubah sama seperti aslinya.

Uncle Bob juga membuka mitra mandiri, bagi siapa saja yang ingin berjualan pisang goreng ala Uncle Bob akan ditraining terlebih dahulu selama 1 minggu, dan akan dibekali beberapa pengetahuan cara membuat pisang goreng krispy, Kemitraan ini bukan hanya untuk daerah batam saja, yang di luar batam juga boleh belajar dan membuka usaha pisang goreng kalimantan di tempatnya masing – masing.

 

Penulis : Bambang Syahputra