Tidak Punya Tempat, Pedagang Kaki Lima Nekad Berjualan di Atas Badan Jalan

0
113
Taufik : Harus Ada Pusat Ekonomi Baru

TAREMPA, ANAMBASPOS.COM – Himpitan ekonomi membuat  Musriati, salah seorang pedagang kaki lima di Kepulauan Anambas memberanikan diri untuk berjualan di salah satu sudut Pusat Kota Tarempa. Meskipun dia mengetahui bahwa akan berhadapan dengan petugas penertiban dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas.

“Saya dikasih tau dari bapak-bapak Satpol PP bahwa tidak boleh berjualan di sini lagi. Bagaimanalah pak, kita nak nyarik rezeki,” ungkap Musriati ketika dihampiri  anambaspos.com, sesaat setelah didatangi oleh petugas penertiban Pemkab Anambas, di sekitar Jalan Pelabuhan, Tarempa, Selasa (5/9/2017).

Perempuan paroh usia itu, dengan raut wajahnya yang pasrah berujar, bahwa dia saat ini bingung untuk berjualan, mengingat pembeli makanan dagagannya hanya berada di Pusat kota Tarempa. Sementara di tempat-tempat lain jika berjualan tidak ada pembelinya. Sedangkan untuk menyewa tempat di Pusat Kota Tarempa dia mengaku tidak mampu.

“Kalau saya berjualan di tempat – tempat lain, yang beli tidak ada pak, ramainya memang hanya di sekitaran pasar dan pelabuhan saja. Sementara untuk di sekitar pasar dan pelabuhan ini saya tidak punya tempat, terpaksalah saya pakai gerobak sorong saja,” tuturnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Kepulauan Anambas, Eko Desi dijumpai pada sela-sela razia penertiban tersebut mengatakan bahwa pihaknya menjalankan tugas rutin dalam hal memastikan lancarnya lalu lintas dan amannya fasilitas umum di Pusat Kota Tarempa.

“Ini razia rutin, kita ingin memastikan bahwa lalu lintas lancar, dan  fasilitas umum tidak terganggu,” jelas Eko.

Persoalan pedagang kaki lima tersebut, kata Eko, pihaknya hanya menghimbau bahwa di badan jalan tidak boleh berjualan, karena dapat mengganggu kelancaran berlalu lintas. Diapun akan menyampaikan kondisi tersebut kepada atasannya dan pihak OPD terkait dalam hal perlunya penyediaan tempat bagi pedagang kaki lima untuk berjualan.

“Soal ketersedian tempat bagi pedagang kaki lima tentu akan kami sampaikan dalam rapat koordinasi kepada pihak-pihak terkait seperti Dinas Perdaganagan UMKM untuk dibahas dan dicarikan solusinya,” sebut Eko.

Sementara itu, salah seorang unsur pemuda Anambas, Taufik Hidayah, S. IP menngutarakan bahwa Pemkab Anambas perlu memikirkan tentang bagaimana menciptakan pusat-pusat ekonomi baru yang dapat mendorong peningkatan pendapatan masyarakat. Hal itu dinilai mendesak mengingat kondisi perdagangan di Anambas dikuasai oleh para pemilik modal besar.

“Pusat perekonomian hanya terpusat di sekitaran pasar dan pelabuhan Kota Tarempa saja. Karena di situ banyak pengunjung. Di situ dikuasai oleh para pedagang bermodal besar.  Sementara di tempat-tempat lain sepi, karena tidak ada aktivitas para pelaku ekonomi. Karenanya pusat-pusat ekonomi baru mesti diciptakan dan mendesak untuk difikirkan oleh pemangku kebijakan,” tegas Taufik. (red)