Jika Diberdayakan, Pelabuhan Pemda Bisa Sumbang PAD

0
100 Orang
ANAMBASPOS.COM, TAREMPA –  Kapal Feri reguler yang mengangkut penumpang dari dan ke Tarempa – Tanjungpinang, seperti  Seven Start dan VOC Batavia seharusnya sandar di Pelabuhan Pemda Kepulauan Anambas.Sebab, dari aktivitas tersebut akan dapat mendatangkan sumber penghasilan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari biaya retribusi sandar dan  pas masuk pelabuhan.Namun sayangnya potensi itu hingga saat ini  masih terbiarkan.
Amat Yani, Wakil Ketua DPRD Kepulauan Anambas

Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Amat Yani, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Anambas mengenai pemberdayaan Pelabuhan Pemda Anambas dalam kaitannya sebagai salah satu upaya yang dapat menyumbangkan PAD.

Dari hasil retribusi dan pajak daerah tersebut sambungnya, dapat pula dimanfaatkan untuk pengembangan pembangunan infrastruktur pelabuhan secara maksimal ke depannya. Selain itu Pelabuhan katanya, merupakan salah satu sektor yang strategis untuk mendorong perekonomian masyarakat.

“Sebenarnya  jika Kapal Ferry itu sandar di Pelabuhan Pemda, kita dapat retribusi sandarnya. Setiap masuk pelabuhan dapat diambil biaya pas masuk penumpang pelabuhannya. Kan lumayan untuk menambah PAD. Dapat pula menggerakkan ekonomi masyarakat kecil dengan berjualan misalnya. tapi diatur supaya tetap tertib dan aman,” ungkap Amat Yani, kepada anambaspos.com, saat berbincang di Kedai Kopi Laihin, Tarempa, Jum’at (1/12/2017).

Politisi asal Partai Bulan Bintang (PBB) itu menyebutkan bahwa usulan terkait pemberdayaan Pelabuhan Pemda tersebut sudah disampaikannya sejak setahun yang lalu kepada pihak Pemda Kepulauan Anambas.Sementara pihak Pemda menurutnya hingga saat ini masih dalam proses koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Kemaren saya tanya ke pihak Pemda soal itu, katanya masih dalam proses koordinasi, kok terlalu lama koordinasinya?,” tandasnya pula.

Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris, SH tentang hal tersebut mengaku  sudah melakukan sejumlah upaya, termasuk melakukan kordinasi dengan pihak perusahaan jasa tranportasi yang melayari Anambas saat ini, dan pihak terkait lainnya. Persoalan regulasi menurutnya, menjadi pertimbangan yang sangat hati-hati.

“Upaya sudah kita lakukan untuk memberdayakan fungsi Pelabuhan Pemda Anambas, seperti retribusi sandar  dan  pas masuk pelabuhan. Namun kita perlu berhati-hati dalam hal ini, jangan sampai nantinya niat kita baik malah menjadi pungutan liar. Regulasinya sedang dikaji,” kata Haris dalam Pidato Penyampaian Nota Keuangan APBD Anambas Tahun 2018 di DPRD Anambas kemarin. (red/ap)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here