Sepuluh Tahun Terpisah, Pejuang Muda Anambas Gagas Pertemuan di Tarempa

0
74 Orang
Salah satu sudut Kota Tarempa, sebagai Pusat Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Anambas. (fhoto:net)

TAREMPA, anambaspos.com Sejumlah tokoh muda yang terlibat dalam proses Perjuangan Pembentukan Kabupaten Kepulauan Anambas, menggagas pertemuan di Tarempa dalam waktu dekat. Pertemuan tersebut digelar, guna mengenang kembali suka – duka saat proses perjuangan pembenutkan Kabupaten Kepulauan Anambas pada sepuluh tahun yang lalu.

Belum diketahui secara detail prihal apa yang akan dibahas oleh sejumlah tokoh muda pejuang pembentukan Kabupaten Kepulauan Anambas itu. Bocoran yang diperoleh anmabaspos.com bahwa pertemuan itu hanya sebatas reunifikasi antar sesama pejuang muda, yang telah lama tidak pernah ngumpul.

“Bolehlah kita ngumpul, kita reuni sambil bual-bual tentang nasib kampung kite ini lagi,” ujar Hendry, salah seorang tokoh muda pejuang pembentukan Kabupaten Kepulauan Anambas dalam dialeg bahasa Tarempa, saat berbincang ringan dengan anambaspos.com, di Kedai Kopi Murai, Tarempa, awal pekan silam.

Hendry mengutarakan bahwa, usia sepuluh tahun sudah lumayan cukup lama. Semua pejuang muda pembentukan Kabupaten Kepulauan Anambas seakan terpisah-pisah dengan agenda dan kesibukan mereka masing-masing.

“Rasanya sangat disayangkan kalau silaturrahmi antara pejuang muda itu terputus dan hilang begitu saja, jadi kita perlu ngumpul lagi lah, cari waktu yang tepat,” ujarnya lagi.

Dijumpai terpisah, tokoh muda pejuanag pembentukan Kabupaten Kepulauan Anambas lainnya, Marjohan pun memperkuat gagasan tersebut. “Sebaiknya begitu!, kita perlu ngumpul lagi, dan bercerita banyak hal tentang kisah perjuangn dulu dan progress Kepulauan Anambas saat ini,” tambah Marjohan.

Dia berpandangan bahwa spirit perjuangan pembentukan Kabupaten Kepulauan Anambas itu harus tetap ada dan terjaga dengan baik sampai kapanpun. Karena menurutnya hal itu merupakan fakta sejarah yang sangat bernilai hingga ke anak cucu.

“Spirit perjuangan itu saya kira harus kita jaga, dan harus tetap ada dalam sanubari kita untuk dijadikan kekuatan dalam memberikan sumbang kifrah dan karya terbaik terhadap kampung kita ini,” imbuhnya pula. (red)