Soal Jalan SP yang Rusak Parah, Muslim: Mungkin Pemerintah Tunggu ‘Tumbal’ Nyawa Masyarakat.

0
145 Orang
Kondisi jalan SP saat ini yang sangat mengkhawatirkan

TAREMPA, anambaspos.com – Kondisi Jalan Semen Panjang (SP) yang berada di Tarempa, Pusat Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Anambas, berpotensi menelan korban jiwa. Pasalnya kondisi jalan tersebut saat ini sudah sangat rapuh. Sebagian coran lantai jalan, retak – retak dan berlubang. Beberapa tiang beton penyangga terlihat hampir putus.
Rusaknya jalan itu, kini tengah disorot kalangan pewarta di Anambas.

Tiang beton penyangga terlihat kropos. (net)

Bahkan anambaspos.com sudah sejak setahun yang lalu memberitakan prihal jalan tersebut yang sudah sangat memprihatinkan. Warga yang melintas juga kerap mengeluhkan. Mereka merasa cemas kalau jalan tersebut tiba-tiba roboh.

“Saat lewat jalan SP was-was rasanya. Khawatir kalau-kalau roboh tiba-tiba. Namun apa boleh buat-lah, karena tu akses jalan yang sudah biasa kita gunakan setiap hari,” ujar Susi salah seorang warga Tarempa dalam satu perbincangan dengan anambaspos.com pada akhir pekan silam.

Pengamatan media ini di lapangan, jalan tersebut hingga saat ini masih dipergunakan warga karena merupakan satu-satunya akses jalan penghubung. Sementara belum ada tanda-tanda akan dilakukan perbaikan. Sebagian jalan yang berlubang ditutup dengan papan sebagai alas lintasan kendaraan. Sebagiannya lagi diberi marka jalan, sebagai tanda tidak boleh dilintasi.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Pemantau Kebijakan Publik Provinsi Kepulauan Riau, Korda Kepulauan Anambas, Muslim mengatakan potensi kecelakaan sangat mungkin terjadi.

Lantai jalan berlubang. (net)

“Jalan itu sudah parah, potensi kecelakaan sangat besar akan terjadi di depan mata kita. Sewaktu-waktu jalan SP itu bisa saja ambruk. Kawatirnya saat ada warga yang berkendara, sudah pasti akan ada korban jiwa,” ungkap Muslim kepada anambaspos.com, Minggu (10/06/2018).

JIka terjadi korban jiwa, kata Muslim pihak pemerintah patut dituntut dan diminta pertanggungjawabannya. “Mungkin tunggu sampai ada korban nyawa masyarakat yang melayang sebagai ‘tumbal’-nya baru diperbaiki,” ungkap Muslim.

Muslim pun me-warning bahwa pemerintah-lah sebagai pihak yang bertanggungjawab jika terjadi korban jiwa di jalan SP tersebut. “Saya kira pemerintah, baik daerah, provinsi maupun pusat, harus bertanggungjawab dan patut dituntut karena sudah melakukan kelalaian sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa orang jika terjadi korban jiwa. Karena potensi kecelakaan sudah diketahui jauh hari sebelumnya,” tegas Muslim.

Pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Anambas melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepulauan Anambas, Khairul terkait hal itu, ketika dihubungi media ini belum memberikan penjelasan secara detail progresnya. “Nanti saya hubungi ya, kata Kahirul melalui pesan singkatnya.

Sementara Kepala Bappeda Provinsi Kepri, Naharuddin belum memberikan jawaban sama sekali. Pesan singkat  yang dikirimkan ke nomor handphon-nya tidak dibalas, dan jika ditelephon tidak diangkat. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.