Bandara Letung Didesak Difungsikan Maksimal

0
56 Orang
Bandara Letung

TAREMPA, anambaspos.com – Keberadaan Bandar Udara (Bandara) Letung saat ini, mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan. Hal itu disebabkan karena belum maksimalnya pemanfaatan dari fungsi bandara tersebut dalam melayani kebutuhan jasa transportasi udara bagi masyarakat Kepulauan Anambas.

Sorotan tajam diantaranya datang dari Tokoh Masyarakat Kepulauan Anambas, Azmi Marsalin. “Kita menyayangkan hingga saat ini bandara itu belum berfungsi secara maksimal dalam menyediakan kebutuhan masyarakat akan jasa transportasi udara,” ungkap Azmi kepada anambaspos.com di Tarempa, (10/07/2018).

Padahal kata Azmi, diketahui bahwa tidak ada masalah dengan kondisi bandara tersebut. Untuk pesawat jenis Foker 50 sudah dinyatakan bisa mendarat dan sudah dilakukan proses uji coba pada beberapa waktu lalu.

“Pesawat jenis Foker 50, kan sudah bisa mendarat. Jika ada penerbangan setiap harinya, sudah sangat besar manfaatnya bagi masyarakat Kepulauan Anambas. Tapi mengapa hingga saat ini tidak ada. Hanya ada pesawat kecil Susi Air saja, itu pun macet-macet jadwalnya,” tanya Azmi.

Melihat kondisi itu, Azmi mendesak kepada pihak-pihak terkait untuk segera melakukan upaya agar bandara itu dapat difungsikan secara maksimal. Tentu dengan peran dan kewenangannya masing-masing. Seperti, Pemda dan DPRD Kepulauan Anambas. DPRD dan Pemprov Kepri dan pihak kementerian terkait.

“Pihak-pihak terkait harus melakukan upaya nyata yang berprogres untuk bagaimana supaya bandara tersebut dapat berfungsi secara maksimal melayani jasa penerbangan,” desak Azmi.

Menanggapi itu, Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Bandara Letung, Ariadi menjelaskan bahwa, pihaknya saat ini tengah melakukan berbagai terobosan agar Bandara Letung tersebut dapat berfungsi secara maksimal dalam menyediakan jasa penerbangan.

“Kita dalam proses berbagai trobosan saat ini. Diantaranya melakukan negosisiasi dengan sejumlah maskapai penerbangan. Yang punya pesawat-kan pihak swasta pak. Sementara kostnya mahal pak. Untuk sekali penerbangan saja menghabiskan anggaran kisaran 120 juta-an. Selain itu, kita lagi menyiapkan regulasinya bersama pihak Otoritas Bandara, serta perampungan beberapa infrastruktur pendukung,” terang Ariadi.

Dia meyakinkan bahwa Bandara Letung tersebut bakal berfungsi secara maksimal dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi ke depannya. Diapun meminta dukungan dari seluruh pihak-pihak terkait untuk secara sinergi melakukan trobosan-trobosan agar bandara itu dapat berfungsi secepatnya.

“Saya yakin kita bisa pak. Namun perlu dukungan dan sinergisitas dari semua pihak-pihak terkait dan seluruh masyarakat Anambas. Kita lumayan pak, dua tahun beroperasi sudah ada penerbangan, Bandara Tanjung Balai Karimun dan Bandara Tambelan, masih belum juga pak hingga saat ini,” ujarnya membandingkan.(Red)