Pisang dan Ubi Tidak Laku, Nasib Petani di Anambas Semakin Terpuruk

0
90
Pisang jadi handalan pendapatan ekonomi petani di daeral luar.

IMPOL, anambaspos.com, Nasib Petani di Anambas saat ini Semakin mengkawatirkan. Pasalnya komodity hasil pertanian seperti, kelapa, karet, ubi, pisang dan beberapa jenis komodidy lainnya yang biasa menopang penghasilan perekonomian para petani di Anambas, kini tidak memiliki harga jual memadai alias tidak laku.

“Kalau kami  yang sehari- hari bekerja sebagai petani, saat ini merasakan semakin susah. Karena hasil dari petani seperti, pisang, ubi  tidak ada yang membelinya alias tidak laku,” ungkap Hakim, salah seorang Warga Desa Impol, Kecamatan Jemaja Barat, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA)  yang berprofesi sebagai petani, saat anambaspos.com, mengunjunginya akhir pekan lalu di Desa Impol.

Begitu juga komudity karet dan kelapa. Meskipun masih ada yang membeli, namun harganya sangat anjlok dan terjun bebas. Kondisi itu sangat berbeda dengan lima tahun sebelumnya. Harga kelapa dan karet masih lumayan. Biasanya harga kopra tembus sampai harga 7.500 per kg, namun kini hanya 2.000,- / kg. Harga karet yang biasanya tembus di harga 10. 000,- per kg, kini hanya tinggal 5. 000,- per / kg.

“Kalau kelapa dan karet masih ada yang beli. Namun itupun harganya murah sekali. Jauh berbeda dengan harga karet dan kelapa pada lima atau enam tahu yang lalu,” cerita Hakim, ayah dari dua orang anak yang terpaksa putus sekolah itu, karena tidak memiliki biaya.

Dia kemudia berharap akan adanya perubahan terhadap kondisi yang ‘mendera’  para petani di Anambas seperti yang terjadi saat ini. “Harapan saya, mudah-mudahan akan ada perubahan yang terjadi terkait nasib petani ini dalam waktu dekat, setelah usai Pemilihan Umum (Pemilu)  tahun ini,” harapnya. ****

Penulis dan Editor : Asril Masbah (Wartawan Utama)