Mahasiswa KKN UMRAH Gelar CIKUR

0
35
Saat berlangsungnya Sosialisasi CIKUR

BINTAN, AnambasPos.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Angkatan X, Desa Toapaya Utara, menyelenggarakan Sosialisasi Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah (CIKUR). Kegiatan digelar di SD Negeri 003 Kangboi, Desa Toapaya Utara, Kabupaten Bintan,Rabu pagi (31/07/2019).

Target dari sosialisasi tersebut, agar peserta didik SD Negeri 003 Kangboi, Desa Toapaya Utara, khususnya kelas 4, 5 dan 6 memahami tentang CIKUR.

Mahasiswa KKN Tahun 2019, UMRAH

Abdul Azis, Ketua Pelaksana Kelompok KKN Topaya Utara, menjelaskan bahwa latar belakang kegiatan ini dilaksanakan, mengingat Kabupaten Bintan yang merupakan kabupaten di Kepri yang memil8iki objek wisata yang banyak diminati wisawatan.

Baik wisatawan dari dalam negeri, maupun luar negeri. Banyak pula dilirik oleh para investor untuk berinvestasi dalam kegiatan usaha. Sehingga ditakutkan adanya dugaan peredaran uang palsu di wilayah tersebut.

“Mengingat Bintan ini, merupakan salah satu tempat pariwisata yang banyak diminati investor atau pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri. Dikawatirkan, akan berakibat adanya dugaan peredaran uang palsu,” jelasnya melalui pesan singkat Whatsapp kepada AnambasPos.com.

Dia menyampaikan bahwa, kegiatan tersebut dilaksanakan, dalam upaya untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik agar tidak salah dalam membedakan antara mana uang asli dan mana  palsu.

“Tujuannya agar peserta didik, bisa membedakan antara uang asli dengan uang palsu,” imbuhnya.

Ketua Kelompok KKN di Desa Toapaya Utara, Nuzul Fitriadi, Mahasiswa UMRAH Jurusan Ilmu Pemerintahan, dalam sambutannya saat itu,  megutarakan bahwa, sosialisasi yang dilakukan itu merupakan salah satu program Kelompok KKN UMRAH yang bertujuan memberikan edukasi kepada peserta didik untuk menambah wawasan.

Sehingga katanya, peserta didik kemudian bisa membedakan antara uang asli dan uang palsu. Akhirnya, akan terciptanya generasi bangsa yang cerdas dalam memantau peredaran uang di Bintan, khususnya di Desa Toapaya Utara.

“Sosialisasi ini merupakan salah satu program Kelompok KKN UMRAH, yang bertujuan memberikan edukasi kepada peserta didik untuk menambah wawasan dalam membedakan antara uang asli dan uang palsu. Sehingga mereka bisa menjadi pemantau peredaran uang.” tuturnya.

Kepala SD N 003 Kangboi, Nanik Setyowati, S.Pd mengharapkan, agar kegiatan sosialisasi dari Tim KKN terkait CIKUR ini, peserta didik di SD Negeri 003 Kangboi, Desa Toapaya Utara, dapat mengetahui dan mampu membedakan secara persis uang yang asli dengan uang yang  palsu.

Agar nantinya, bisa disebar luaskan wawasan tersebut kepada kepada orang tua dan teman-teman peserta didik di luar lingkungan sekolah.

“Harapan dari kegiatan ini, anak-anak bisa mengetahui dan mampu membedakan secara persis anatra uang yang asli dengan uang yang palsu. Sehingga mereka nantinya bisa menyampaikannya kepada orang tua dan teman-temannya,” himbaunya. (red).

Laporan : Suardi, Bintan