Jalan Jalur Laut Arah Tanjung Rapuh dan Berlubang, Warga Cemas

0
61
Kondisi jalan yang telah berlubang.

TAREMPA, AnambasPos –  Pelantar beton jalur laut, arah Jalan Tanjung, tepatnya di RT 01 / RW 02, Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) rapuh, dan berlubang. Kini kondisi jalan tersebut sangat membahayakan keselamatan warga.

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas (lakalantas), bagi pemotor yang melintas, lubang yang menganga di jalan itu, ditutup dengan menggunakan tong sampah seadanya.

“Sudah berlubang, sepertinya sudah rapuh dan sangat membahayakan bagi pemotor dan masyarakat yang melintas. Terutama bagi kami warga terdekat,” ungkap Yanto, salah seorang warga Tanjung yang mengaku cemas kepada AnambasPos.com, Jumat (9/8/2019).

Jalan itu kata Yanto, memang sudah dibangun sejak berpuluhan tahun yang lalu. Karena dimakan usia, Kini kondisi jalan itu sudah mulai rapuh dan retak. Bahkan sudah berlubang. Hal itu ditambah lagi dilalui  kendaraan jenis tosa yang memiliki beban berat.

“Memang sudah cukup lama. Sudah rapuh dimakan usia. Perlu perbaikan,” ucap Yanto.

Jalan itu menurutnya, merupakan penghubung antara Desa Sri Tanjung dengan Desa Tarempa Barat. Sehingga banyak masyarakat yang menggunakan akses jalan tersebut setiap hari.

“Karena penghubung antara dua desa, jadi selalu ada tosa dengan beban berat yang melintas,” sebutnya.

Pantauan AnambasPos.com, kondisi jalan yang berlubang itu, tidak hanya pada titik itu saja. Namun terdapat pada beberapa titik lainnya, seperti di sekitar Pelabuhan Nelayan Tanjung menuju Pasar Ikan.

“Ada eberapa titik. Ada juga di sekitar Pelabuhan Nelayan Tanjung, menuju Pasar Ikan Tarempa,” cetletuknya lagi.

Rolly Fahzuan, Warga Tarempa lainnya,  menyayangkan jalan yang sudah lama dibangun itu, luput dari perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) KKA dan para pihak terkait. Hingga saat ini tidak ada tanda-tanda jalan tersebut akan diperbaiki atau di-rehabilitasi.

“Sangat disayangkan Pemda KKA, belum meresponnya. Padahal itu menyangkut kepentingan umum dan orang banyak,” imbuh Rolly.

Jalan pelantar beton jalur laut itu, menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat, pekerja, nelayan dan pengusaha dalam mendistribusikan barang-barang dan material sembako.

“Jalan ini sekarang banyak dilalui oleh warga setiap harinya. Baik masyarakat stempat, pekerja, buruh dan nelayan,” ujarnya.

Sementara ini, disebutkan Rolly, bahwa  jalan itu ditutup dengan menggunakan tong sampah. Bagian yang retak dan kropos, diberikan kayu, sebagai tanda bahwa jalan tersebut rawan untuk dilewati.

Rolly juga mengungkapkan jalan yang hanya memiliki lebar sekitar 3 meter itu, juga dimanfaatkan sebagai lahan parkir sepeda motor. Sehingga, apabila ada kendaraan kaisar distributor barang-barang pengusaha lokal, sering terjadi kemacetan.

“Sering terjadi kemacetan di Depan Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KKA, karena badan jalan digunakan juga sebagai lahan parkir,” tandasnya.

Dia kemudaian berharap bahwa, sebelum memakan korban di jalan itu, Pemda diminta untuk segera  mengambil peran. Segera merenovasi jalan tersebut.

“Pihak Pemda KKA. harus segera merenovasi jalan pelantar ini, sebelum memakan korban jiwa warga,” imbunya.

Laporan :  Ardian