Bersama Umar Khayyam, Seniman Anambas Gagas Pertunjukan Seni di Batu Tompak Tige

0
118
Saat berlangsungnya Silaturrahmi dan Diskusi Seni

TAREMPA, AnambasPos.com – Bertempat di Kedai Kopi Ester, Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), Sabtu (17/10), dua Seniman dari Yayasan Umar Khayyam, Roni Keron dan Febrinawan melakukan Silaturrahmi dan Diskusi Seni dengan sejumlah Seniman yang ada di KKA.

“Alahamdulillah, kita kedatangan teman-teman dari Umar Khayam yang ingin bersembang, bersilaturahi dan berdiskusi terkait berkesenian di Anambas,” kata Zubirman, selaku Pemandu Silaturrahmi dan Diskusi pada kesempatan itu.

Taman Wisata Batu Tompak Tige

Dari Silaturrahmi dan Diskusi Seni tersebut, berhasil digagas dan disepakati akan ada Pertunjukan Seni yang rencananya akan dihelat di Taman Wisata Batu Tompak Tige, Tarempa dalam waktu dekat.

“Insya- Allah bersama kawan-kawan komunitas seni di Anambas dengan dibantu oleh teman-teman dari Umar Khayam secara swadaya, kita sepakat untuk menggelar Pertunjukan Seni di Taman Wisata Batu Tompak Tige. Seminggu ke depan akan dipersiapkan segala sesuatu untuk keperluan pertunjukan tersebut,” terang Zubir.

Sementara itu, Seniman dari Yayasan Umar Khayam, Roni Keron dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa, keberadaan mereka di Anambas saat ini dalam rangka sebagai tenaga pendamping pengembangan kesenian dan pariwisata yang bekerjasama dengan pihak MEDCO E&P dan Dinas Pariwisata KKA.

“Kebetulan kita ada waktu hingga dua minggu ke depan di Anambas. Jadi ada baiknya berbagi dengan teman-teman di Anambas untuk menyajikan sebuah pertunjukan seni. Mudah-mudahan mendapat sambutan baik dari masyarakat,” ujar Roni.

Umar Khayam jelas Roni, memiliki komitmen tinggi untuk mengembangkan seni di Indonesia yang berbasis masyarakat. Keberadaannya memang agak berbeda dengan lembaga – lembaga seni lainnya. Keberhasilan mereka dalam mengembangkan seni berbasis masyarakat, telah menjadi referensi oleh pihak Kementerian Pariwista RI saat ini.

“Kita mencoba berupaya untuk menghidupkan kembali seni berbasis masyarakat bukan berbasis anggaran. Agar berkelanjutan dandapat dimainkan dimana saja. Sehingga  ragam tradisi dapat dilestarikan,” harapnya.

Penulis dan editor : Asril Masbah (Wartawan Utama)