Pengaruh Media di Pilkada Anambas (Tajuk Redaksi)

0
42
Fhoto ilustrasi (net)

Pengaruh media di ajang pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) diyakini sangat besar. Sebab, media menjadi salah satu instrument penting pada sebuah negara seperti Indonesia yang berpaham demokrasi. Pers merupakan filar ke – 4 setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif. (Fred S. Siebert, 1963 dalam bukunya Four Teories of The Press).

Kemungkinan terjadinya ‘perang sengit’ ala media, bisa saja terjadi di Pilkada Anambas, mengingat pentingnya pengaruh media dalam menyampaikan gagasan para kandidat. Itu bukanlah bearti bahwa media melakukan keberpihakan atau tidak independen. Namun, media dapat melakukan pengembangan pemberitaan dengan luas secara terus menerus terhadap satu persoalan atau isu, yang dapat mempengaruhi pembaca. Tentu, tetap menghadirkan fakta-fakta peristiwa dan kebenaran.

Kata independen pada media, lebih bearti bahwa, media berhak memberitakan apa yang menjadi sudut pandangnya dengan memenuhi ketentuan produk jurnalistik. Tidak bisa di-interpensi dan diatur dari siapa dan pihak manapun, termasuk penguasa. (Sembilan elemen jurnalisme dalam buku berjudul “Sembilan Elemen Jurnalisme” yang ditulis Bill Kovach).

Jika menghitung waktu, sampai hari ini belum muncul ke permukaan para figur tokoh kandidat kuat, yang layak diadu ke gelanggang tarung Pilkada Anambas. Memiliki bobot berat yang pada level tanding seimbang untuk ‘melawan’ incumben. Padahal, usia Pilkda Anambas hanya tinggal lebih kurang, selama usia perempuan hamil saja.

Belum ada pula figur tokoh kandidat yang mampu menjadi lokomotif penggerak, yang mampu memimpin gerakan besar di tengah-tengah masyarakat Anambas dengan isu-isu politik tertentu. Mereka baru berani berdiskusi di pojok-pojok kedai kopi dan tempat-tempat sepi lainnya. Masih dalam gerakan politik silen.

Hanya media, yang menghangat-hangatkan suasana politik Pilkada di Anambas. Figur tokoh kandidat, baru berani sebatas melemparkan visi misi dan gagasan politiknya di media. Baik media cetak, media online dan media sosial lainnya. Namun, belum berani mewujudkannnya menjadi gerakan nyata. Memimpin agenda baru atau trobosan baru. Masih hanya sebatas selogan visi misi belaka.

Inilah mengapa kemudian, yang dapat dipastikan jelang Pilkada Anambas mendatang, yang akan terjadi hanya ‘perang sengit media’ dalam arti segala visi dan misi serta gagasan para kandidat akan menjadi materi pemberitaan di media dan satu-satunya jurus terampuh.

Bukan ‘perang sengit’ figur tokoh kandidat yang maju, dengan aksi nyata gerakan besarya di tengah – tengah masyarakat Anambas. Bahkan jika kemenangan kandidat yang tidak disangka-sangka dengan faktor x, maka faktor x itu adalah media. Seperti kemenagan Donald Trams pada Pemilu Amerika.

Meski kerap kali terlupakan dalam politik anggaran, namun keberadaan media menjadi penentu dalam politik elaction. Terlebih lagi, pada perkembangan era theknologi digital saat ini yang sangat cepat, daya efeknya sangat besar. Upaya pembendungan apalagi pembredelan dengan langkah ekstrem kekuasaan, seperti yang pernah coba dilakukan Orde baru, tidak tepat lagi dilakukan pada era keterbukaan informasi publik seperti dewasa ini.

Banyaknya media online, sangat sulit mendeteksi gerak investigasi-nya. Situasi itu, sudah sangat berbeda dengan Pilkada Anambas pada 5 tahun lalu,  yang sangat sepi dengan pemberitaan. Sebut saja, seperti apa yang terjadi pada beberapa hari belakangan ini, ketika ada satu pasangan Kandidat Cakada Anambas yang melakukan Konferensi Pers. Sejumlah media online melakukan esksplor pemberitaan.
Ekspos pemberitaan banyak media online tersebut, walau masih dalam voltase gas skala rendah, namun sudah lumayan cukup menggetarkan jagat perpoltikan Anambas. Seperti klaim dukungan masyarakat Anambas yang disampaikan ke publik, (Pasangan IJO yakin Didukung Warga Anambas, probatam.co.id edisi 1 Desember 2019)

Progres Pilkada Anambas, saat ini dapat dikatakan belum terjadi perang fgur tokoh kandidat secara nyata, terbuka dan terang benderang dengan menjalankan aksi dan misi kerakyatan. Adu kuat Pilkda Anambas, sepertinya masih belum menarik untuk diperbincangkan secara fokus, ke tengah-tengah publik Anambas. Karena, para Figur tokoh sebagai kompetitor yang ingin ‘melawan’ incumbent masih malu-malu dan ragu-ragu untuk faigt terbuka. Mereka sepertinya masih berhitung dan berhati-hati dalam mengatur langkah demi langkah.

Hanya adu gagasan di media yang baru ada. Sejumlah media sudah mulai berani terbuka. Keberadaan media di Pilkda Anambas kali ini sangat besar dan penting perannya. Para kompetitor, sebaiknya harus melakukan langkah-langkah cepat dan tepat dalam mengakomodir potensi media di Pilkda Anambas. Manajemen Media Centre tim pemenagan, harus segera dibentuk dan kelola dengan baik.

Jika tidak, bisa jadi melalui media, menjadi jurus ampuh bagi kandidat tertentu yang  piawai dan memiliki strategi jitu untuk mendapatkan simpati dan dukungan masyarakat Anambas. Dalam durasi pendek, media pula memiliki pengaruh yang sangat signifikan untuk merubah sikap konstituen pemilih di tingkat grassroots.

Penulis dan editor : Asril Masbah (Pimred Anambas Pos)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.