Camat Jemaja, Abdullah Sani Berikan Sertifikat Penghargaan ke Tim Ide Movement

0
180
Camat Jemaja, Abdullah Sani, S. Pd, menyerahkan Sertifikat Penghargaan

TAREMPA, AnambasPos.com –Kegiatan yang dilakukan oleh Rombomngan Indonesian Dedication and Empower Movement (Ide Movement) Penggerak Perbatasan di Desa Rewak merupakan contoh pentingnya pendidikan dan tekhnologi dalam pengembangan diri bagi masyarakat yang berada di daerah perbatasn seperti Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA).

Camat Jemaja, Abdullah Sani, S. Pd, saat menyampaikan sambutan

Hal tersebut diutarakan oleh Camat Jemaja, Abdullah Sani, S. Pd, dalam sambutannya pada Acara Perpisahan Rombongan Ide Movement Penggerak Perbatasan dengan Masyarakat Desa Rewak, Minggu Malam (12/01/2019) di Lapangan Terbuka Desa Rewak.

“Ini adalah satu contoh dan bukti, dimana sangat pentingnya Ilmu dan Teknologi dalam menghadapi masa depan yang cemerlang. Mengingat kita sudah berada di era digital yang serba cepat dan serba canggih,” ungkap Abdullah Sani.

Pria yang akrab disapa Pak Do oleh Warga Jemaja itu juga mengemukakan pentingnya kekompakan bagi sebuah tim atau komunitas dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat ramai, sebagaiman yang ditunjukan oleh Tim Ide Movement tersebut.

“Kompak dan bersatu itu juga sangat penting dan sangat mendukung suksesnya suatu ide dan gagasan yang akan diterapkan. Saya salut dengan sikap kompak dan kerjasama yang telah diperlihatkan oleh Tim Ide Movement ini,” ucapnya.

Berawal dari media sosial (medsos) dan paham menggunakan teknologi, kata Pak Do pula, para mahasiswa tersebut mampu bersatu padu dengan membentuk wadah Ide Movement Penggerak Perbatasan.

“Mereka menguasai ilmu dan tekhnologi yang sangat luar biasa. Mau berkifrah membantu masyarakat di perbatasan, patut kita apresiasi,” ujarnya.

40 Anggota Tim Ide Movemen Penggerak Perbatasan yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara itu diketahui juga terdiri dari Mahasiswa berbeda  universitas. Mereka bersatu dalam sebuah ide dan gagasan yang bermanfaat bagi bangsa.

“Mereka ini beda asal dan universitas, yang berbeda-beda. Ada yang telah S1, ada yang sedang melanjutkan pendidikan S2. Ada pula yang telah meyandang gelar Doktor (S3). Tentu kehadiran mereka akan banyak pengetahuan tambahan yang kita dapatkan” terang dia.

Laporan : Slamet

Editor : Asril Masbah