Sajak-sajak Putra Constantine

0
308
Putra Constantine

Menakar Rindu
Putra Constantine

Tak ada yang pernah rampung
Menakar seberapa jauh
Kerinduan yang telah ditampung
Hingga malam tinggal tenggelam
Hanya tinggal bayang yang semu

Kita berjalan sampai jemu
Menyapa sisi-sisi malam

Di dalam gelap yang sunyi
Dinding dinding dan suara pepohonan
Saling bicara tentang kenangan
Yang tersimpan di sela-sela dedaunan

Engkau telah menyematkan jarum-jarum kenangan
Sampai luka menjadi hiasan di langit-langit anganku

Apakah kita masih boleh menyulam masa depan?

Sedangkan kau telah meninggalkan langkah-lngkah kaku yang tak mampu kuambil kembali

Hujah dan doa bahkan tak mampu menghapus jejak itu

Trotoar dan kursi taman adalah penanda

Kita pernah bersandar di bahu malam

Natuna, Desember 2019

Tuhan
Putra Constantine

Tuhan
Engkaulah yang mengirim angin kepada layar kehidupanku
Lantas aku dapat meretas laut
Yang ombaknya dapat meremukkan aku
Juga jiwaku

Dan Kau pula yang telah menjaga aku
Dari luasnya laut yang membentangkan hasratku

Hingga jauh
Aku terhanyut

Tapi… Tak kau biarkan aku
terkatung-katung
Dalam gelapku

Ada angin-Mu
Dalam setiap hembusan yang menghela
Aku

Anambas, Desember 2019

Redaksi menerima karya tulis berupa, puisi, cerpen, cerbung, artikel, opini, kolom, essay dan karya tulis lain-lainnya. Artikel yang dimuat akan diberikan imbalan. Redaksi berhak menyunting dengan tidak menghilangi makna dari karya tulis yang dikirimkan.