Sajak-Sajak Yunita Rahmadanis (Sastra & Budaya)

0
241
Yunita Rahmadanis, S. Pd

BALADA KELUARGA NELAYAN (BAG.1)

Desember kala itu

Bergetar tangan ibu menarik ayah untuk tidak melaut

Nyanyian pilu sang burung

Begitu membuat takut

Resah ayah kian membuncah

Di urung jua niat yang terpasung resah

Pandangan tertuju pada dapur kelam

Tanpa kepulan asap

Apalagi nyala api

 

Ibu duduk lega,

Menyusui bayi yang merengek dari tadi

Tapi tatapan tak mampu berdusta

Iba menggelayut

Menatap hampa putri-putra yang tertidur memegang perutnya

 

Sang putra terbangun tiba-tiba

”Lapar Mak …!”

Ayah yang tadi terdiam, berlalu tanpa kata

Membawa perahu tua menantang samudra

Ibu terpaku

Tangisan aku bagai lenyap tak terdengar

Anambas, 20 Januari 2020

 

BALADA KELUARGA NELAYAN (BAG.2)

Desember kala itu

Perahu tua terombangambing di lautan

Hari mulai kelam

Sekelam hati sang nelayan

 

Nelayan gamang menatap ombak yang berkecamuk

Tangisan tak terkenang

Suara lirih istri memanggil pulang

Namun resah yang bergelayut di matanya lantas terbayang

Kail dilempar

Tanpa keyakinan

Bersama lapar yang meronta

Menanti ikan menyambar umpan

Badai datang dari utara

Menghantam perahu, menggulung seisinya

Teriakan pecah ke dalam lautan

Lenyap bersama perahu tua

 

Malam yang kelam perlahan meneteskan airmata

 

Anambas, 20 Januari 2020

 

BALADA KELUARGA NELAYAN (BAG.3)

Desember kala itu

Di pintu rumah ibu berdiri kaku

Bibir pucat raga membeku

Hendak menyongsong perahu tua

yang tak kunjung menjelang

 

24 jam sudah sejak ayah berlalu tanpa kata

Menantang samudra yang tak mengerti dengan deritanya

Mata ibu nanar menatap lautan

Zikir menguntai di bibir pucat pasi

Merangkai harapan kembalinya sang pujaan

 

Tapi, kala itu Bulan Desember

Ombak yang berkecamuk menggulung-gulung

Perlahan menghitam berselimut malam kelam

Lunglai ibu menyeret raga ke rumah

Menghampiri buah hati yang turut resah

 

Anambas, 20 Januari 2020

 

Tentang Penulis : 

Yunita Rahmadani, S.Pd, Lahir di Pekan Baru, Provinsi Riau, 01 Juni 1985. Tunak mengajar sebagai Guru Bahasa Indonesia, di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 02 Siantan. Saat ini bermastautin di Kabupaten Kepulauan Anambas, tepatnya di Teluk Buluh, Antang, Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan. 

#Redaksi menerima karya tulis berupa, puisi,cerpen, cerbung, artikel, opini, essey,kolom dan lain-lain. Redaksi berhak menyunting karya tulis yang dikirim dengan tidak mengurangi mana tulisan. Bagi karya tulis yang dimuat diberikan imbalan. Karya tulis dapat dikirimkan ke whats app 0823-8552-9546.      

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BALADA KELUARGA NELAYAN (BAG.1)

YunitaRahmadanis

 

Desemberkalaitu

Bergetartanganibumenarik ayah untuktidakmelaut

Nyanyianpilusang burungbegitumembuattakut

 

Resah ayah kianmembuncah

Diurungjuaniat yang terpasungresah

Pandangantertujupadadapurkelam

Tanpakepulanasapapalaginyalaapi

 

Ibududuklega,

Menetekibayi yang merengekdaritadi

Tapitatapantakmampuberdusta

Ibamenggelayut

Menataphampaputri-putra yang tertidurmemegangperutnya

 

Sang putraterbanguntiba-tiba

”LaparMak …!”

Ayah yang taditerdiam, berlalutanpa kata

Membawaperahutuamenantangsamudra

Ibuterpaku

Tangisanakbagailenyaptakterdengar

Anambas, 20 Januari 2020

BALADA KELUARGA NELAYAN (BAG.2)

YunitaRahmadanis

 

Desemberkalaitu

Perahutuaterombangambing di lautan

Harimulaikelamsekelamhati sang nelayan

 

Nelayangamangmenatapombak yang berkecamuk

Tangisanakterkenang

Suaralirihistrimemanggilpulang

Namunresah yang bergelayut di matanyalantasterbayang

 

Kaildilempar

Tanpakeyakinan

Bersamalaparyang meronta

Menantiikanmenyambarumpan

Badaidatangdariutara

Menghantamperahu, menggulungseisinya

Teriakanpecahkedalamlautan

Lenyapbersamaperahutua

 

Malam yang kelamperlahanmeneteskanairmata

 

Anambas, 20 Januari 2020

 

BALADA KELUARGA NELAYAN (BAG.3)

YunitaRahmadanis

 

Desemberkalaitu

Di pinturumahibuberdirikaku

Bibirpucat raga membeku

Hendakmenyongsongperahutua yang takkunjungmenjelang

 

24 jam sudahsejak ayah berlalutanpa kata

Menantangsamudra yang takmengertidenganderitanya

Mata ibunanarmenataplautan

Zikirmenguntai di bibirpucatpasi

Merangkaiharapankembalinya sang pujaan

 

Tapi, kalaituBulanDesember

Ombak yang berkecamukmenggulung-gulung

Perlahanmenghitamberselimutmalamkelam

Lunglaiibumenyeret raga kerumah

Menghampiribuahhati yang turutresah

 

Desemberkalaitu

Di pinturumahibuberdirikaku

Bibirpucat raga membeku

Hendakmenyongsongperahutua yang takkunjungmenjelang

Dan tiadaakanmenjelang

Anambas, 20 Januari 2020