3,5 Ton Beras dan 350 Paket Sembako untuk Masyarakat Anambas Terdampak Covid – 19 Disalurkan Premier Oil 

0
96
Ketua Lembaga Tuah Sakti, Drs. Aswar menerima bantuan beras dan paket sembako secara simbolis dari Premier Oil

TAREMPA, AnambasPos.comPremier Oil, memberikan bantuan sebanyak 3,5 ton beras dan 350 paket sembako untuk masyarakat terdampak Covid -19 di Kabupten Kepulauan Anambas (KKA). Bantuan itu disalurkan untuk meringankan beban masyarakat yang tengah mengalami masa sulit Pandemi Covid 19 sejak dua bulan terakhir.

Ketua Lembaga Tuah Sakti menyerahkan secara simbolis bantuan beras dan paket sembako kepada Vaznas KKA yang diwakili oleh Drs. H Kamaruzzaman

Bantuan Beras dan sembako disalurkan di 4 Kecamatan yaitu, Kecamatan Palmatak sebanyak 120 paket, Kecamatan Siantan Utara sebanyak 60 paket,
Kecamatan Siantan Selatan sebanyak 60 paket dan
Kecamatan Jemaja Barat sebanyak 110 paket.

“Untuk proses penyaluran bantuan tersebut Premier Oil dalam hal ini menyerahkan kepada Lembaga Tuah Sakti yang bekerjasama dengan Basnaz KKA, Yayasan Khairul Ummah dan PK KNPI Kecamatan Jemaja,” kata Drs. Aswar, Ketua Lembaga Tuah Sakti pada saat penyerahan bantuan Premier Oil secara simbolis kepada Basnaz KKA, Kamis, (14/05/ 2020), di Tarempa.

Aswar mengucapkan Terimakasih kepada Premier Oil dengan program pembagian paket sembako di Bulan Suci Ramadhan 1441 H tersebut. Karena bantuan tersebut sangat diperlukan untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak covid-19.

“Terimakasih kepada Primeir Oil yang telah memberikan bantuan ini sebagai wujud peduli di Bulan Suci Ramadhan 1441 H  serta untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19,” ujar Aswar.

Hal senada juga dikemukakan oleh Drs. H. Kamaruzzaman, Wakil Ketua Bidang Penyaluran Zakat Basnaz KKA. “Terimakasih kepada Premier Oil yang telah memberikan kepercayaan untuk bekerjasama dengan Basnaz KKA serta peduli terhadap masyarakat Anambas yang terdampak Covid-19 saat ini. Semoga bermanfaat dan dapat meringankan beban masyarakat yang tengah dalam kesulitan ekonomi saat ini,” tutur Kamaruzzaman.

Laporan dan editor: Asril Masbah