Stay at Home, Zamdiki Meriahkan Malam Takbiran Iedil Fitri 1441 H dengan 1000 Lentera

0
268
Lentera disusun mengikuti kaligrafi lafaz Allah, Bintang, Kapal Layar dan Tugu Jumaya.

BATU BERAPIT, JEMAJA, AnambasPos.com – Zamdiki, salah seorang Tokoh Pemuda bersama beberapa teman-temannya yang berdomisili di Jl. Tugu Jumaya, Desa Batu Berapit, Kecamatan Jemaja memiliki ide kreatif untuk membuat 1000 Lentera Minyak Tanah. Lentera itu dipasang berjejer di sepanjang jalan menuju Area Wisata Pantai Padang Melang pada Malam Takbiran Hari Raya Iedil Fitri 1 Syawal 1441 H.

1000 Lentera itu dibuat dari kaleng dan botol bekas dari limbah yang tidak sampah. Ide itu muncul sewaktu dirinya banyak memiliki waktu kosong karena harus stay at home di saat pandemi Covid -19.

“Di saat harus manjalani fysical distancing, dan stay at home, yang diarahkan oleh pemerintah karena untuk memutus sebaran mata rantai Covid -19, kita jadi memiliki banyak waktu,” ungkap Diki kepada  AnambasPos.com saat ditemui di Rumahnya, Sabtu (23/05/2020).

Untuk mengisi kekosongan waktu tersebut, dia mengajak beberapa temannya yang memiliki semangat yang sama untuk memeriahkan suasana malam takbiran. Mereka langsung membagi tugas masing-masing untuk membuat 1000 Lentera Minyak Tanah. Namun tetap menjaga fysical distancing dalam kegiatan itu.

“Gayung bersambut, ide saya didukung teman-teman. Kami langsung bergerak dan membagi pran masing-masing untuk membuat 1000 Lentera Minyak Tanah tersebut,” ujar Diki.

Ditanya apakan ada Donatur yang membiayai dalam pembutan Seribu Lentera tersebut, Diki membantahnya. Kegiatan itu murni hasil dari sukarela dan swadaya dari beberapa warga dan pemuda yang menyumbangkan minyak tanah dan tenaga.

“Tidak ada donatur dalam kegiatan ini. Ini murni dari sumbangan dari beberapa warga dan pemuda yang peduli untuk memeriahkan malam menyambut Hari Raya Idil Fitri 1441 H. Mereka bersedia menyumbangkan minyak tanah maupun tenaganya,” jelas Diki.

Terobosan kreatif tersebut mendapatkan perhatian dari Ketua RW I, Jimi Ciraos dan Ketua RT 01 Padang Melang, Andi Saputra yang kemudian ikut membantu Sang Kreator menciptakan suasana kampung menjadi unik tersebut. Dia mengajak beberapa teman-teman pemuda untuk ikut membantu mengumpulkan bahan bekas yang akan dijadikan wadah lentera tersebut.

“Alhamdulilah, kita masih memiliki pemuda yang kreatif yang bisa menghidupkan suasana kampung dengan semangat walaupun di saat pandemi seperti ini. Walaupun serba sulit, dirinya bisa memanfaatkan sesuatu yang telah tidak berguna hingga menjadi sesuatu yang sangat memukau,” kata Jimi dengan menaruh rasa senang pada dirinya.

Seribu Lentera itu dijejer sepanjang jalan dari Jembatan Matan menuju Simpang Tiga Tugu Jumaya dan Sekolah Menengah Atas Negeri Jemaja. “Kira-kira sepanjang dua kilo meter lebih lentera itu kita jejerkan,” sebut Jimi.

Reporter. : Slamet
Editor. : Asril Masbah