Resah Akan Keberadaan Kapal Pukat Mayang, Nelayan Lakukan Aksi Spontan di Tiga Titik Lokasi Kota KKA.

0
147

TAREMPA, AnambasPos.com – Keberadaan Kapal Pukat Mayang (purseine) dari luar daerah yang berlabuh disekitar laut depan kota Tarempa, menimbulkan pertanyaan para nelayan Tempatan yang bergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Anambas. Rabu (16/09/2020).

Secara spontan nelayan tempatan dan juga yang bergabung dalam HNSI kala itu  melakukan aksi pengusiran terhadap kapal-kapal tersebut. Pengusiran yang dilakukan para nelayan secara beramai-ramai hanya dengan menggunakan pompong kecil berkapasitas sekitar 3 GT yang mereka miliki menuju dimana tempat kapal pukat Mayang (purseine) tersebut berlabuh.

Wakil Ketua HNSI, Muslimin, IB. yang juga menjabat selaku ketua nelayan kecamatan Siantan Ketika ditemui AnambasPos.com mengatakan, Kedatangan kapal pukat yang berlabuh di laut depan kota tarempa menjadi pertanyaan para nelayan Tempatan, dan kami ingin mempertanyakan kejadian ini.

Masa yang terdiri dari nelayan Anambas dan masyarakat Tarempa dari rumah dinas Bupati KKA akan menuju halaman taman bermada

” Dari pagi sekitar jam 09:00 wib hingga saat ini, kami belum mengetahui apa permasalahan kapal-kapal pukat Mayang tersebut berlabuh dengan jumlah yang besar dilaut depan kota Tarempa, kami selaku nelayan tempatan mengaanggap kedatangan kapal tersebut, akan melakukan aksi yang kurang baik terhadap nelayan kami,” kata muslimin ketika itu.

Pengusiran terhadap kapal pukat yang berlabuh dengan jumlah ± 80 kapal kala itu berlangsung selama selama 1 jam. Saat berjalanya aksi yang dilakukan nelayan Anambas ketika itu mendapatkan kabar jika para perwakilan kapal sedang berada dikantor Pemda KKA untuk melakukan mediasi bersama Pemda Anambas dan instansi vertikal terkait.

Hasil pantauan AnambasPos.com yang meliput langsung kejadian aksi para nelayan kala itu mendapatkan, para nelayan kembali kedarat dan menuju Gedung Balai Pertemuan Masyarakat Siantan (BPMS) untuk meminta keterangan kepada pihak Pemerintah Daerah (Pemda) dan juga melakukan dialok bersama, tentang keberadaan kapal pukat tersebut.

” Kita tunggu bapak Bupati Anambas di gedung ini untuk melakukan dialok bersama kita, dan kita tunggu sampai datang” kata Dedi Syaputra menyampaikan kepada nelayan yang ikut dalam aksi itu.

Tidak berhasil untuk menemui pimpinan Kepala Daerah saat itu, seluruh nelayan beramai-ramai meneruskan aksi menuju rumah Dinas Bupati KKA untuk membicarakan terkait hal yang sama.

Masih tidak juga berhasil menemui bupati KKA. Pada Jam 14:31 waktu setempat, masa yang bergabung bersama HNSI ketika itu menuju halaman taman bermada kita tatempa.

Terlihat dilapangan, personil dari anggota TNI, AD, AL dan Polres anambas siaga melaukan pengamanan agar aksi spontan nelayan tetap berjalan tanpa aksi anarkis.

Reporter dan editor : Slamet.