Pilkada Dalam Situasi Pandemi,

0
107
Oleh : Nadia Kasih,
Mahasiswi Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Semester III

Pilkada adalah pesta demokrasi rakyat, namun pada saat ini sepertinya berbeda, lain dari sebelumnya. Pilkada pada saat ini adalah bukan pesta, melainkan mencari pemimpin untuk mengatasi problema yang terjadi saat ini yakni wabah Covid 19. Bagi masyarakat yang paling utama adalah, bagaimana dapat segera mengatasi ekonomi dalam menghadapi Covid 19 serta sekaligus dapat memberantas penyakit yang merontokkan sendi-sendi ekonomi masyarakat itu.

Virtual reality pandemi dalam masa Pilkada di Indonesia, adalah kemajuan tehnologi yang bermanfaat, dimana pengguna dapat berinteranksi satu sama lain dengan memudahkan pilihan-pilihannya. Serta dapat disimulasikan oleh peralatan-peralatan canggih. Contohnya melalui komputer. Suatu lingkungan dalam bentuk organisasipun akan dibuat melalui grup media sosial. Contohnya, pemakaian facebook, twiter, watshaap, messenger, instagram dan lain-lain.

Benar-benar sesuatu yang sangat mengharukan karena belum pernah terjadi selama ini pembahasan tentang pilkada dalam masa pandemi tidak lagi seperti dahulu menggunakan kampanye yang berkerumunan sebab adanya aturan pemerintah untuk jaga jarak. Adapun keputusan-keputusan pemerintah tentang jaga jarak dalam newnormal pada saat ini bukan berarti untuk menghalangi kita untuk membuat pergantian pemerintah-pemerintah daerah hingga tertinggi.

Namun, haruslah dengan suasana pandemi ini semangat rakyat Indonesia berkobar untuk memilih pemerintah lebih efisien sebab masyarakat sangat butuh pemerintah yang pintar, yang lebih pintar dengan menangani virus terutama di dalam menggapai perekonomian yang memadai. Garis besar haluan pemerintah kita pada masa lampau adalah untuk membuat pengembangan dan penguatan aparatur negara melalui  pendidikan. Tetapi sejatinya itu terjadai pada saat pemerintah yang dibutuhkan itu adalah pemerintah yang tidak gagal panen.

Pemerintah yang memiliki tujuan yang bisa menuntaskan masaalah kemiskinan,  kesehatan yang terjadi pada saat ini. Apabila penyakit ini bisa diantisipasi dengan segera, tentu harapan masyarakat sudah lebih cemerlang ke depan dan bisa beraktivitas dengan baik. Langkah baiknya, bila ada pemerintah di dalam Pilkada ini mampu mengajak  masyarakt untuk lebih memperhatikan faktor kesejahteraan dalam bidang penanganan covid yang serius.

Dapat menjamin covid bisa akan segera selesai. Pilkada boleh terjadi dan sudah sering terjadi, namun tidaklah sama dengan Pilkada tahun 2020 yang diharapkan masyarakat. Paslon tidak boleh hanya sebatas berjanji saja, tetapi haruslah berkomitmen benar-benar dan sungguh-sungguh untuk mencanangkan atau bertujuan memberantas covid dengan sempurna. Bukan untuk pergantian begitu saja, hanya meraih kedudukan pangkat dan jabatan semata, namun  harus benar-benar pula menjadi andalan untuk penanggulangan covid dengan segera.

Calon Pilkada tahun 2020 harus berhati suci, berani dan niat utamanya adalah benar-benar terobsesi untuk masyarakat kecil yang pada saat ini mereka bukan sekedar butuh pemimpin, tetapi butuh perlindungan yang membawa mereka ke arah kecemerlangan hidup. Bukan negara merdeka tetapi penyakitan, tetapi negara yang benar-benar terlepas dari penyakit. Jadi, harapan bangsa atau masyarakat melalui Pilkada tahun 2020 ini, akan mendatangkan kabar yang lebih baik lagi.

Tidak ada kekecewaan. Tidak ada janji palsu. Bukan untuk kepntingan pribadi atau golongan, tetapi benar-benar pemimpin yang cinta akan rakyatnya dan memiliki solidaritas yang tinggi. Pemilihan pilkada bisa dilkukan dengan berbagai macam situs semua masyarakat telah menanti-nanti akan adanya perubahan yang membawa harapan yang lebih pasti.

Pilkada dilakukan pada tahun 2020 ini akan lebih tenang bila secara online memakai berbagai aplikasi. Tentu tidak lagi ada seperti kampanye dimana-mana. Jadi lebih seru. Sebab, dunia maya dipenuhi dengan berita-berita terbaru dan hangat pastinya. Pengalaman juga pastinya baru. Jadi, pemerintah yang baru pada saat ini harus lebih menggali potensi dan lebih mendekatkan diri pada masyarakat. Sehingga masyarakat merasa ada yang menghiraukan.

Jadi baiknya pemerintah 2020 pasti bertujuan memberi kebahagian tersendri kepada yang memilihnya maupun yang tidak memiihnya. Sebab, tujuan Pilkada pada tahun ini adalah memberantas pemberian janji palsu,  serta memberantas covid-19. Jadi paslon tentu harus benar-benar nyata lagi karyanya untuk merenovasi pandangan masyarakat akan hal pemerintahan ke depan. Dimana pemerintah ke depan pasti lebih tertantang dan lebih banyak pekerjaannya yang mungkin belum pernah dijalankan dan harus dijalankan.

Harus pula banyak bertindak, sehingga walaupun covid yang tengah melanda. Bahkan, covid juga boleh ada gunanya, sebagai cambuk bagi pemerintah guna membuat gagasan baru. Mampu memberikan kepercayaan kepada masyarakatnya, bahwa pemerintah itu sanggup mengubah keadaan ke arah yang lebih baik. Apabila terjadi pencoblosan secara online otomatis yang tua atau yang tidak mengerti menggunakan hp akan bagaimana? Sedangkan zaman sebelumnya saja yang tua harus didampingi.

Kalau menggunakan online, apakah orang-orang yang tidak memiliki hp atau orang tua harus diapakan? Bagaimana caranya ? tentu harus dipikirkan terlebih dahulu sehingga bisa mencakup keseluruhan dan bisa memilih .

Pemilihan pilkada 2020 sepertinya masyarakat sudah tidak mengharapkan lagi karena sudah banyak malas keluar rumah dan takut. Jadi bagaimana cara menanganinya? tentu pasti online. Masyarakat pada umumnya sepertinya tidak mengharapkan lagi pemerintah yang baru atau yang lama, akan tetapi masyarakat memerlukan seseorang yang berjiwa  prihatin. Melepaskan kepentingan pribadi dalam masyarakat. Tidak memilih ras, agama dan asal-usul, tetapi bisa merangkul masyarakat itu dan peduli terhadap sesama.

Jadi masyarakat saat ini sangat menanti kepedulian, bukan kepada paslonnya, tetapi kepada karakternya. Jadi oleh karena itulah masyarakat rindu pemimpin yang tegas pendirian. Pilkada itukan untuk memilih pemimpin, tentunya kalau sudah terpilih tentu sudah memiliki penghasilan yang tetap atau sudah terjamin kehidupannya, seharusnya sebelum jadi pemimpin alangkah baiknya memikirkan orang-orang di luar sana yang masih banyak yang belum bekerja.

Ditulis Oleh : Nadia Kasih