Tradisi Masyarakat Tarempa Beberbelanja di Pasar Inpres, Tak Tergoyah Pandemi

0
681
Warga saat berbelanja di Pasar Inpres, Tarempa

TAREMPA, AnambasPos.com – Salah seorang  pedagang menggunakan masker saat melayani pembeli di Pasar Inpres, Tarempa, Selasa (20/4/2021). Era new normal seperti sekarang ini, para pedagang di Pasar Inpres memang diwajibkan menggunakan masker selama beraktifitas sehari-hari oleh Satgas Covid 19 Kabupaten Kepulauan Anambas.

Pergi ke Pasar Inpres Tarempa, masih menjadi pengalaman yang menyenangkan. Sambil rela berbecek – becek,  tika salah satu pengunjung pasar menyusuri lorong-lorong pasar tradisional itu. Banyak hal yang didapat dari petualangan tersebut. Meski Pandemi melanda, namun tradisi berbelanja bagi masyarakat Tarempa tidak surut.

Suasana Pasar Inpres , Tarempa di Ramadhan 1442 H

Mereka  juga masih rela berdesakan di pasar tersebut, menemukan barang  yang dianggap unik, sambil mencari barang kebutuhan, walaupun sebenarnya mereka  bisa belanja dari rumah saja dengan hanya sekali ketik melalui pesan Whats App.

Pasar itu menjadi tempat ‘memiliki ‘mahgnet ajaib’ yang dahulu bukan hanya pusat lokasi bertemunya penjual dan pembeli, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya beragam pemikiran dan cita-cita. Pasar menjadi wadah interaksi berbagai kalangan.

Pasar Inpres di Tarempa, sejak dulu telah menjadi jantung kehidupan masyarakat. Kawasan yang tak pernah mati dari berbagai aktivitas. Selain jual beli, di tempat itu, semua orang bisa dan boleh bercakap-cakap tentang apa pun.

Keberadaan Pasar inpres sebagai tempat bertemunya keberagaman. Pasar merupakan ruang kerakyatan, tempat elite membina aspirasi bahkan memulai revolusi. Pasar bukan lagi sekadar tempat jual beli tetapi juga menjadi ruang bersama untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat.

Itulah keajaiban Pasar Inpres, tempat pertemuan akbar berbagai lapisan masyarakat dengan beragam coraknya. Lantas bagaimana pengalaman pertemuan itu saat digitalisasi tak mampu dihindari  dan pandemi Covid-19 merebak?

Laporan : CR 02

Editor : Asril Masbah